Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMPN 1 Dander Kini Mengalami Pembelajaran Mendalam yang Mengasyikkan

SMP Negeri 1 Dander melaksanakan pengimbasan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sesuai arah kebijakan Kurikulum Merdeka dan Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Proses. Proses pembelajaran kini diarahkan agar joyful (menyenangkan), meaningful (bermakna), dan active (aktif), sehingga siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami dan mampu mengaitkan dengan kehidupan nyata. Perubahan besar juga terjadi pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ya

Konsep dan Arah Baru Pembelajaran

Pengimbasan Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri 1 Dander

Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia terus berlangsung sebagai bagian dari transformasi menuju pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Pemerintah melalui Kurikulum Merdeka menegaskan bahwa proses pembelajaran harus berfokus pada joyful learning (menyenangkan), meaningful learning (bermakna), dan active learning (aktif). Hal ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Proses, yang mengamanatkan pembelajaran berpusat pada peserta didik serta mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila.

Sebagai salah satu sekolah penggerak, SMP Negeri 1 Dander telah melakukan pengimbasan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan menekankan keterhubungan antar konsep, relevansi dengan kehidupan nyata, serta penguatan karakter. Melalui pengimbasan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami materi secara akademis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari dan membangun kompetensi abad 21.

Konsep dan Arah Baru Pembelajaran

Pembelajaran mendalam bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan mengajak peserta didik untuk:

  1. Berpikir kritis dan reflektif dalam memahami konsep.

  2. Mengalami pembelajaran bermakna yang berhubungan dengan kehidupan nyata.

  3. Terlibat dalam suasana belajar yang menyenangkan, sehingga motivasi intrinsik tumbuh dengan sendirinya.

  4. Mengintegrasikan aspek akademik dengan karakter, sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

Dengan perubahan kebijakan terbaru, projek P5 kini dikemas sebagai kegiatan kokurikuler, sehingga tidak lagi dipisahkan dari pembelajaran inti. Hal ini membuat siswa mengalami proses belajar yang lebih menyatu, terintegrasi, dan tidak terkesan sebagai tambahan di luar kurikulum.

Implementasi di SMP Negeri 1 Dander

Pengimbasan pembelajaran mendalam di SMP Negeri 1 Dander diterapkan melalui beberapa praktik nyata:

  1. Rancangan Pembelajaran yang Fleksibel dan Adaptif
    Guru menyusun modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran jelas, aktivitas yang bervariasi, serta memberikan ruang eksplorasi sesuai minat siswa.

  2. Suasana Joyful Learning
    Kegiatan belajar diupayakan selalu menyenangkan, dengan menggunakan metode permainan edukatif, eksperimen langsung, diskusi kelompok, dan pemanfaatan teknologi digital.

  3. Pembelajaran Bermakna
    Setiap materi dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa. Misalnya, dalam pembelajaran IPA tentang ekosistem, siswa diajak mengamati lingkungan sekitar sekolah, membuat laporan, hingga menawarkan solusi sederhana untuk menjaga kelestarian.

  4. Integrasi Kokurikuler
    Projek penguatan karakter, yang sebelumnya dikenal sebagai P5, kini terintegrasi dalam kegiatan kokurikuler. Misalnya, tema “Kebinekaan Global” dikemas dalam kegiatan seni budaya dan kolaborasi lintas mapel, sehingga siswa belajar sambil berkarya.

  5. Asesmen Autentik dan Reflektif
    Penilaian tidak hanya berupa tes tertulis, tetapi juga berbasis proyek, portofolio, observasi, dan refleksi diri siswa. Dengan demikian, asesmen lebih menggambarkan perkembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Dampak Positif bagi Peserta Didik

Implementasi pembelajaran mendalam yang berorientasi pada joyful, meaningful, dan kokurikuler di SMP Negeri 1 Dander membawa dampak signifikan, di antaranya:

  • Meningkatkan motivasi belajar, karena suasana kelas lebih menyenangkan.

  • Meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan.

  • Mengasah keterampilan abad 21: berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.

  • Menumbuhkan karakter mulia sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Keselarasan dengan Kebijakan Pemerintah

Langkah SMP Negeri 1 Dander ini selaras dengan:

  • UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

  • Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Proses, yang menegaskan pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

  • Kurikulum Merdeka, yang mengintegrasikan P5 ke dalam kegiatan kokurikuler sebagai bagian utuh dari proses pendidikan.

Penutup

Pengimbasan pembelajaran mendalam di SMP Negeri 1 Dander menunjukkan bahwa perubahan paradigma pendidikan menuju pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan terintegrasi mampu membawa dampak nyata bagi perkembangan siswa. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kepala sekolah, guru, serta partisipasi aktif siswa, SMP Negeri 1 Dander siap menjadi teladan dalam penerapan pembelajaran mendalam yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT