Rahasia SMP Negeri 1 Dander! Dari Nol Jadi Jago Koding & Kecerdasan Buatan

SMP Negeri 1 Dander mengembangkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan joyful, meaningful, dan active learning. Siswa dikenalkan dengan pemrograman sederhana melalui Scratch, Code.org, hingga Python dasar, serta projek AI seperti chatbot dan pengenalan pola. Kegiatan ini diintegrasikan dalam kokurikuler, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan kontekstual. Dampaknya, siswa memiliki literasi digital lebih baik, ter

Mengapa Koding dan AI Penting?

Pengimbasan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan di SMP Negeri 1 Dander

Transformasi pendidikan di era digital menuntut sekolah untuk tidak hanya fokus pada literasi dasar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga literasi digital, data, dan teknologi. Pemerintah melalui Kurikulum Merdeka mendorong satuan pendidikan mengintegrasikan pembelajaran yang joyful (menyenangkan), meaningful (bermakna), dan active (aktif). Salah satu bentuk implementasi inovatif di SMP Negeri 1 Dander adalah pengimbasan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Mengapa Koding dan AI Penting?

Kemajuan teknologi menuntut peserta didik memiliki keterampilan abad 21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Koding dan AI bukan hanya soal pemrograman komputer, tetapi juga melatih:

  • Logika berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah.

  • Kreativitas dalam merancang aplikasi atau solusi digital.

  • Etika digital dalam menggunakan teknologi dengan bijak.

  • Kesiapan masa depan, karena AI akan menjadi bagian penting dalam hampir semua bidang pekerjaan.

Implementasi di SMP Negeri 1 Dander

Pengimbasan pembelajaran koding dan AI dilakukan dengan beberapa strategi:

  1. Pembelajaran Joyful dan Meaningful
    Guru menghadirkan materi koding menggunakan platform sederhana seperti Scratch, Code.org, atau Python dasar agar mudah dipahami. Siswa belajar membuat animasi, game edukatif, hingga chatbot sederhana, sehingga kegiatan terasa menyenangkan dan bermakna.

  2. Integrasi Kokurikuler
    Kegiatan koding dan AI diintegrasikan dalam kokurikuler, misalnya melalui klub teknologi, projek tematik, atau pameran karya digital siswa. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga melalui aktivitas nyata yang mendorong kreativitas.

  3. Projek Berbasis AI
    Siswa dikenalkan pada konsep dasar AI, seperti pengenalan pola, kecerdasan visual (computer vision), dan chatbot sederhana. Misalnya, mereka mencoba membuat program yang bisa mengenali objek pada gambar atau aplikasi tanya jawab otomatis.

  4. Kolaborasi dan Problem Solving
    Siswa diajak bekerja dalam tim untuk menyelesaikan tantangan nyata, seperti membuat aplikasi sederhana untuk mendukung kebersihan sekolah, sistem absen digital, atau kampanye lingkungan berbasis teknologi.

  5. Asesmen Autentik
    Penilaian dilakukan berdasarkan proses dan produk, misalnya karya digital, presentasi projek, serta refleksi pengalaman belajar.

Dampak Positif

Penerapan koding dan AI di SMP Negeri 1 Dander memberikan dampak nyata:

  • Meningkatkan literasi digital siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.

  • Menumbuhkan kepercayaan diri, karena mampu menciptakan karya nyata berbasis teknologi.

  • Mendorong minat pada sains dan teknologi, membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan studi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

  • Membentuk karakter pelajar Pancasila, khususnya dalam hal gotong royong, kemandirian, serta berpikir kritis.

Keselarasan dengan Kebijakan Pemerintah

Langkah SMP Negeri 1 Dander ini sejalan dengan:

  • Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Proses, yang mendorong pembelajaran aktif, menyenangkan, dan bermakna.

  • Kurikulum Merdeka, yang menekankan pentingnya penguasaan kompetensi literasi baru (literasi data, literasi teknologi, literasi manusia).

  • Visi Profil Pelajar Pancasila, yaitu melahirkan generasi yang bernalar kritis, kreatif, dan mampu berkontribusi di era global.

Penutup

Pengimbasan pembelajaran koding dan kecerdasan buatan di SMP Negeri 1 Dander menjadi bukti bahwa sekolah siap menghadapi era digital. Dengan pendekatan joyful, meaningful, dan active learning, siswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga menggunakannya untuk menciptakan solusi nyata. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang cakap digital, berkarakter, dan berdaya saing global.

#Olahraga
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT